Hukum Hutang Piutang dalam Perspektif Islam

Advertisement

Setelah kemarin kita membahas tentang bagaimana management hati yang tepat untuk anda para pedagang ,kali ini saya akan kembali mengulas bagaimana hukum-hukum dalan jual beli dari perspektif pandangan islam. Dalam jual beli kita mengenal adanya istilah hutang piutang dan kerjasama, dalam dunia bisnis atau jual beli, hutang piutang merupakan salah satu cara yang sudah biasa terjadi, bisa saja kita menghutangkan atau mencari hutangan. Bagitu juga dengan kerja sama ,bisa jadi kita berada pada pihak yang meminjami modal atau sebagai peminjam modal.

Dalam islam hutang piutang memang di perbolehkan adanya transaksi tersebut, namun masih jarang bagi kita yang mengetahui bagaimana hukum yang sebenarnya. Biasanya orang-orang biasa meminjam uang sebagai modal awal sebuah usaha, tidak jarang bagi peminjam uang meminta beberapa persen dari keuntungan yang di kelola si peminjam dalam menjalankan usaha tersebut. Padahal dalam akad awalnya beliau mengatakan bahwa ia memberikan uangnya dengan persetujuan hutang bukan persetujuan kerjasama.

Kalau kita coba telaah lebih dalam, bukankah persen yang diminta penghutang tersebut adalah riba??

Dalam islam hal yang seperti itu sangat di haramkan, seperti yang sudah tertera dalam Al-Quran yang terdapat pada surah Al-Baqarah:275 yang berbunyi “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”..
Namun masih banyak dari kita yang mengabaikan firman Allah tersebut.

Perhatikan akad yang di ucapkan ,apakah kita menyetujui untung hutang piutang atau untuk kerjasama. Pada dasarnya 2 hal tersebut sekilas terlihat hampir sama tapi hukumnya berbeda, dan hal tersebut akan berdampak pada dunia dan akhirat. Hukum islam di buat untuk memberikan kemaslahatan yang sebesar-besarnya tanpa merugikan siapapun sekecil-kecilnya.

Indahkanlah hukum agama kita, supaya kita mendapat kebarokahan hidup di dunia akhirat. Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hamba yang terpilih, yang kelak akan menjadi penghuni surganya.
Semoga informasi diatas bisa menambah kekuatan iman dan taqwa kita kepada Allah ,dan semoga informasi tersebut bermanfaat bagi kita semua. Aaamiin

Advertisement

Hukum Hutang Piutang dalam Perspektif Islam | Luluk Ismawati | 4.5

Leave a Reply