Ini Dia 3 Aksi Nyentrik Terkini Menteri Indonesia

Advertisement

Ibarat artis atau entertainer papan atas, gebrakan dan aksi nyentrik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, kembali muncul setelah agak lama tidak terdengar.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, beliau mengeluarkan dan memberikan beberapa pernyataan yang terdengar nyeleneh dan mengejutkan, sebagaimana dikutip dari beberapa media online nasional. Beberapa poin pernyataan yang beliau utarakan dan sampaikan dalam beberapa kesempatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meminta kenaikan gaji Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga 10 kali lipat.
Pernyataan meminta kenaikan gaji kementeriannya hingga 10 kali lipat ini diungkapkan bu susi pekan lalu, saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Alasan Permintaan tersebut, karena dirinya menganggap telah menghasilkan pemasukan yang besar (sekitar Rp.100 Triliun) bagi Negara, selain itu juga terutama dari aksinya dalam memberantas illegal fishing di Indonesia.

2. Mengancam mundur (resign) sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pernyataan ini diutarakan di hadapan puluhan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), saat rapat koordinasi (rakor). Beliau Mengancam untuk mundur sebagai menteri, apabila alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan seperti Trawl (Pukat) atau Jaring Arad (Mini Trawl / Small Bottom Trawl), kembali diperbolehkan penggunaannya.

3. Mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi 2 BUMN
Pekan ini dikabarkan, bahwa Menteri Susi mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Perikanan Nusantara (Persero)/Perinus dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Modal yang diajukan adalah sebesar Rp.300 miliar, untuk APBN tahun anggaran 2016. Beliau masih optimistis akan dapat membangkitkan kembali kedua perusahaan plat merah ini dengan merombak manajemennya, meski banyak pihak yang memandang bahwa 2 BUMN tersebut tidak berprospek lagi.

Menurut Bu Susi, dua BUMN tadi akan bertugas menyerap hasil perikanan dari para nelayan seluruh Indonesia, sebagaimana layaknya Perum Bulog yang berperan menyerap beras dari hasil pertanian. Hal ini dilakukan agar dapat menahan harga ikan di tingkat nelayan tidak jatuh, saat produksi melimpah.

Advertisement

Ini Dia 3 Aksi Nyentrik Terkini Menteri Indonesia | Agus Aryanto | 4.5

Leave a Reply